Sejak ‘Umar wafat, umat Islam seakan terbelah menjadi dua, pendukung ‘Utsman bin Affan dan pendukung Ali bin Abi Thalib. ‘Utsman, sebagai khalifah terpilih, menyadari bibit-bibit perpecahan mulai tumbuh. Dan, demi mencegah kobaran api konflik, ‘Utsman dan Ali berusaha untuk menyatukan dan mendamaikan kembali hati umat Islam. Sementara itu, perjalanan Vakhshur pendamping setia Kashva …
Kashva mencari Elyas, pendeta sahabat penanya, dari Suriah hingga ke Yerusalem, hanya untuk mendapati kedua kota itu telah takluk oleh tentara Islam. Adalah ‘Umar bin Khattab yang telah menaklukkan keduanya tanpa pertumpahan darah. Sang Khalifah bahkan melarang perusakan terhadap rumah-rumah ibadah di tanah taklukannya. Kemuliaan ‘Umar menggetarkan hati Kashva sehingga dia memutuskan unt…
“Paman, tolong aku! Tolong aku, Paman!" Suara Xerxes selalu mengiang di telinga Kashva setiap terbangun dari tidurnya. Anak dari perempuan pujaan yang dititipkan kepadanya ketika terjadi penyerangan oleh pasukan Raja Khosrou itu, kini terpisah darinya. Minggu demi minggu dilalui Kashva di Tibet dengan mendaki 13 gunung suci bersama Biksu Tashidelek. Ia pun tenggelam dalam lautan peziarah d…
Kashva pergi dari Persia, meninggalkan Khosrou, sang penguasa Persia tempatnya mengabdikan hidup demi menemukan lelaki itu: Muhammad. Al-Amin yang kelahirannya akan membawa rahmat bagi semesta alam, pembela kaum papa, penguasa yang adil kepada rakyatnya. Kehidupan Kashva setelah itu berubah menjadi pelarian penuh kesakitan dan pencarian yang tiada henti terhadap sosok yang dijanjikan. Se…