Ada satu alasan mengapa aku lebih memilih diam dan terus bertanya-tanya daripada melangkah untuk mencari jawabnya.Mencintaimu, membuat tubuhku melahirkan banyak tanya, dan mungkin aku akan tetap memilih terus bertanya-tanya,karena aku takut,bukan kau jawabannya.
Ketika aku mencintaimu … akulah hujan yang mencumbu matamu, mawar yang mengakar di jemarimu, matahari yang menyematkan pagi abadi. Sekali aku mencintaimu … di sudut bumi mana pun, aku ingin selalu menemukanmu. Sekali aku mencintaimu, di sudut bumi mana pun, aku akan tetap mencintaimu. Selamanya, akan terus begitu.
Sungguh, puisi serupa Medusa. Barangsiapa menatap matanya, kaku gugu tubuhnya. Kau boleh menghitung mundur. Di luar, kelinci jatuh dari bulan. Burung gagak meminjam teriakan Tuhan. Musik dimainkan—tidak ada nada minor. Patah hati selalu nisbi dan kita pandai berpura-pura.